Sadari Keberadaan Hari Libur dan Manfaatkan Sebijaksana Mungkin

Posted by on 23 Oktober 2011

Aktivitas seminggu penuh tanpa hari libur tak ayal lagi begitu mempengaruhi sisi emosional setiap mahasiswa arsitektur kelas karyawan, entah itu yang masih bekerja sebagai karyawan maupun yang sedang berusaha mengelola usahanya sendiri dan yang sudah mapan. Terlebih lagi yang masih memiliki pekerjaan sampingan yang dijalankan bersama dengan dosen, tanpa manajemen emosi yang cukup setiap hal yang kita kerjakan dapat menjadi rusak bersamanya.


Sudah menjadi idaman bersama mahasiswa (dan dosen juga lho...) menikmati hari libur di akhir pekan, namun seperti Memorandum of Understanding yang sudah kita sepakati bersama, tidak ada hari libur selama perkuliahan sabtu-minggu. Setiap orang yang merencanakan untuk santai di akhir pekan harus meninjau ulang rencananya tersebut karena faktanya mereka harus berurusan dengan tugas-tugas studio yang sangat padat yang dibebankan dalam dua hari santai tersebut. Sebagai gambaran, mahasiswa reguler memiliki beban tugas yang sama besar dengan waktu yang lebih banyak.


Seperti halnya manusia pada umumnya, ada saat ketika kita berhalangan hadir dalam perkuliahan, namun masalahnya, tidak ada dispensasi khusus atas halangan tersebut bahkan ketika sakit,  semua tugas harus dibuat sebagaimana mestinya atau kita harus mempersiapkan diri bertemu mata kuliah yang sama semester berikutnya, bagi mahasiswa reguler butuh waktu dua semester untuk mengulang mata kuliah yang sama. Mungkin ini juga yang menjadi penyebab begitu besarnya potensi putus kuliah mahasiswa arsitektur kelas karyawan di perguruan tinggi mana pun. "Dalam bahasa orang kuat, cuaca buruk hanya menyisakan pohon-pohon yang kuat dan berkualitas. Demikian juga dengan manusia, setiap badai kehidupan adalah tantangan", kata Gede Prama.


Namun demikian, selalu ada kesempatan di setiap kesempitan, kata tukang copet (just kidding..), itu berarti dalam satu semester mungkin saja ada satu hari sabtu/minggu yang benar-benar hari libur. Itu merupakan hari yang begitu diidam-idamkan lebih dari apa pun bagi orang-orang yang terlibat di pergumulan sabtu-minggu baik itu mahasiswa maupun dosen. Kepiawaian kita mengelola satu hari wasiat itu dengan baik menentukan seberapa mulus langkah kita menapaki sisa perjalanan berikutnya hingga masuk masa ujian. Perlu diingat, bahwa hari libur yang diselipkan di tengah-tengah masa aktif perkuliahan hanya menggeser jatah hari libur yang dijadwalkan setelah waktu ujian, jadi beban tugasnya tetap sama, data-data, program-program, presentasi-presentasi, gambar-gambar, tampak-tampak, potongan-potongan, sequence-sequence, maket-maket dan seterusnya-seterusnya..


Tidak ada halangan bagi siapa pun yang ingin menikmati hari libur tersebut untuk beristirahat atau melakukan refreshing ke tempat-tempat yang menenangkan karena itu memang kebutuhan kita sebagai manusia pada umumnya. Yang perlu disadari di sini adalah, manfaatkan benar-benar pemberian yang sangat langka tersebut sebijak mungkin, bagi yang melakukan refreshing, raihlah ketenangan terdalam selama satu hari tersebut, kunjungilah tetangga dan sanak saudara yang sudah lama tidak melihat penampakan kita, temuilah teman-teman yang biasa kita menghabiskan waktu bersama-sama di tempat nongkrong idaman dengan segelas kopi di siang hari menikmati sepoi-sepoi alunan angin siang. Bagi yang mendapat jatah presentasi minggu berikutnya atau yang memang benar-benar sudah menjadi archiholic kejarlah tugas-tugas yang sudah dibebankan untuk mengurangi stres di hari-hari berikutnya, tugas-tugas yang selesai pada waktunya bisa memiliki efek menenangkan yang sama atau bahkan lebih besar seperti melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang menawan.


Intinya, apa pun yang kita lakukan di hari libur yang sangat langka tersebut, lakukan itu secara sadar dan sepenuh hati. Tujuannya adalah mengembalikan kebugaran mental kita untuk menyadari bahwa kita memiliki kuasa sepenuhnya untuk menentukan bagaimana sisa perjalanan kita berikutnya, bahwa apa pun yang kita lakukan selama ini adalah benar-benar atas pilihan sadar kita, bukan atas kemauan atau paksaan dari pihak mana pun. Seperti kata-kata yang tertulis dalam blog salah satu teman facebook saya: I am my own ruler of this universe. Selamat Menikmati Liburan.... :-)





Leave a Reply