Rabu, 07 Desember 2011

titik yang bergerak...

"Semua bentuk gambar berawal dari satu titik yang membuat suatu gerakan… titik itu bergerak… dan terbentuklah suatu garis – dikenal sebagai dimensi-pertama. Bila garis itu bergerak membentuk sebuah bidang, maka kita dapat menemukan sebuah unsur dua-dimensi. Selama perkembangannya dari bidang menjadi ruang, pertemuan bidang-bidang tadi melahirkan suatu badan (tiga-dimensi)… Sebuah ringkasan mengenai energi kinetik yang menggerakkan sebuah titik menjadi garis, garis menjadi bidang dan bidang menjadi dimensi ruang"

Paul Klee
The Thinking Eye: The Notebooks of Paul Klee, 1961


Titik itu juga yang membentuk sebuah ruang di sebuah gedung lima lantai yang tidak dilengkapi dengan fasilitas transportasi vertikal yang dijalankan dengan mesin sebagai persyaratan sebuah bangunan publik dengan ketinggian lebih dari empat lantai yang mengumpulkan sekitar kurang dari tiga puluh orang yang di kemudian hari akan dihadapkan pada serangkaian kegiatan dan peristiwa yang menyisakan hanya sejumlah orang sebanyak hitungan jari pada sebelah tangan kurang dari tiga tahun berikutnya.

Ruang tersebut beserta seluruh pengisinya dengan demikian menciptakan sebuah titik baru, ikatan keluarga besar dalam sebuah harmonisasi mahasiswa arsitektur beserta para pendidiknya yang berjalan selama beberapa waktu dengan sangat mengesankan hingga bermetamorfosa dan memecah menghasilkan titik-titik baru yang menyebar ke segala penjuru.

Semua luar biasa, penggerak-penggerak yang menciptakan serangkaian dimensi baru yang belum pernah tercipta sebelumnya dan terus memeriahkan dunia ini beserta segala pernak-perniknya dengan kumpulan titik, garis, bidang dan ruang-ruang kehidupan yang selalu diabadikan oleh waktu.

Titik yang tidak mau diam, membuat halaman ini juga enggan menetap dalam satu ruang lingkup yang sama sepanjang usia, dia bergerak, mencari ruang kehidupan baru dan bercerita lebih banyak melampaui pengertian sempit yang diungkapkan oleh alamat keberadaannya. Tulisan ini adalah sebuah penanda, bahwa titik itu kini kembali bergerak…

Heriyanto
9 Muharram 1433
/6 Desember 2011 M
Powered by Telkomsel BlackBerry®


berpose di balkon Perpustakaan UI bersama Sang Arsitek Dicky Hendrasto


Minggu, 23 Oktober 2011

Sadari Keberadaan Hari Libur dan Manfaatkan Sebijaksana Mungkin



Aktivitas seminggu penuh tanpa hari libur tak ayal lagi begitu mempengaruhi sisi emosional setiap mahasiswa arsitektur kelas karyawan, entah itu yang masih bekerja sebagai karyawan maupun yang sedang berusaha mengelola usahanya sendiri dan yang sudah mapan. Terlebih lagi yang masih memiliki pekerjaan sampingan yang dijalankan bersama dengan dosen, tanpa manajemen emosi yang cukup setiap hal yang kita kerjakan dapat menjadi rusak bersamanya.

Sudah menjadi idaman bersama mahasiswa (dan dosen juga lho...) menikmati hari libur di akhir pekan, namun seperti Memorandum of Understanding yang sudah kita sepakati bersama, tidak ada hari libur selama perkuliahan sabtu-minggu. Setiap orang yang merencanakan untuk santai di akhir pekan harus meninjau ulang rencananya tersebut karena faktanya mereka harus berurusan dengan tugas-tugas studio yang sangat padat yang dibebankan dalam dua hari santai tersebut. Sebagai gambaran, mahasiswa reguler memiliki beban tugas yang sama besar dengan waktu yang lebih banyak.

Seperti halnya manusia pada umumnya, ada saat ketika kita berhalangan hadir dalam perkuliahan, namun masalahnya, tidak ada dispensasi khusus atas halangan tersebut bahkan ketika sakit,  semua tugas harus dibuat sebagaimana mestinya atau kita harus mempersiapkan diri bertemu mata kuliah yang sama semester berikutnya, bagi mahasiswa reguler butuh waktu dua semester untuk mengulang mata kuliah yang sama. Mungkin ini juga yang menjadi penyebab begitu besarnya potensi putus kuliah mahasiswa arsitektur kelas karyawan di perguruan tinggi mana pun. "Dalam bahasa orang kuat, cuaca buruk hanya menyisakan pohon-pohon yang kuat dan berkualitas. Demikian juga dengan manusia, setiap badai kehidupan adalah tantangan", kata Gede Prama.

Namun demikian, selalu ada kesempatan di setiap kesempitan, kata tukang copet (just kidding..), itu berarti dalam satu semester mungkin saja ada satu hari sabtu/minggu yang benar-benar hari libur. Itu merupakan hari yang begitu diidam-idamkan lebih dari apa pun bagi orang-orang yang terlibat di pergumulan sabtu-minggu baik itu mahasiswa maupun dosen. Kepiawaian kita mengelola satu hari wasiat itu dengan baik menentukan seberapa mulus langkah kita menapaki sisa perjalanan berikutnya hingga masuk masa ujian. Perlu diingat, bahwa hari libur yang diselipkan di tengah-tengah masa aktif perkuliahan hanya menggeser jatah hari libur yang dijadwalkan setelah waktu ujian, jadi beban tugasnya tetap sama, data-data, program-program, presentasi-presentasi, gambar-gambar, tampak-tampak, potongan-potongan, sequence-sequence, maket-maket dan seterusnya-seterusnya..

Tidak ada halangan bagi siapa pun yang ingin menikmati hari libur tersebut untuk beristirahat atau melakukan refreshing ke tempat-tempat yang menenangkan karena itu memang kebutuhan kita sebagai manusia pada umumnya. Yang perlu disadari di sini adalah, manfaatkan benar-benar pemberian yang sangat langka tersebut sebijak mungkin, bagi yang melakukan refreshing, raihlah ketenangan terdalam selama satu hari tersebut, kunjungilah tetangga dan sanak saudara yang sudah lama tidak melihat penampakan kita, temuilah teman-teman yang biasa kita menghabiskan waktu bersama-sama di tempat nongkrong idaman dengan segelas kopi di siang hari menikmati sepoi-sepoi alunan angin siang. Bagi yang mendapat jatah presentasi minggu berikutnya atau yang memang benar-benar sudah menjadi archiholic kejarlah tugas-tugas yang sudah dibebankan untuk mengurangi stres di hari-hari berikutnya, tugas-tugas yang selesai pada waktunya bisa memiliki efek menenangkan yang sama atau bahkan lebih besar seperti melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang menawan.

Intinya, apa pun yang kita lakukan di hari libur yang sangat langka tersebut, lakukan itu secara sadar dan sepenuh hati. Tujuannya adalah mengembalikan kebugaran mental kita untuk menyadari bahwa kita memiliki kuasa sepenuhnya untuk menentukan bagaimana sisa perjalanan kita berikutnya, bahwa apa pun yang kita lakukan selama ini adalah benar-benar atas pilihan sadar kita, bukan atas kemauan atau paksaan dari pihak mana pun. Seperti kata-kata yang tertulis dalam blog salah satu teman facebook saya: I am my own ruler of this universe. Selamat Menikmati Liburan.... :-)

Kamis, 06 Oktober 2011

Mencegah H-2 Syndromm: Kerjakan Sedikit demi Sedikit Setiap Hari

Satu-satunya cara agar dapat terhindar dari H-2 Syndromm adalah mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan setiap hari sedikit demi sedikit. H-2 Syndromm adalah suatu gejala stress yang timbul sekitar 2 hari menjelang perkuliahan, semakin dekat waktu memasuki akhir pekan, semakin kuat stress yang terjadi hingga berpotensi menumpuk sampah psikologis yang dapat berujung pada penyakit fisik yang sesungguhnya. Kelanjutan dari gejala ini adalah kejenuhan yang semakin tinggi mengingat banyaknya tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat hingga menyebabkan penundaan, hal ini lah yang pada akhirnya menghapuskan tradisi Sistem Kebut Satu malam menjadi Besok Aja Lah, masih ada waktu sehabis shubuh.

Pekerjaan arsitek merangkum banyak sekali disiplin ilmu baik dari ranah teknis hingga filosofis karena harus melayani klien yang berbeda-beda dalam waktu yang bersamaan. Seluruh mahasiswa yang ikut kelas Sabtu-Minggu kecuali yang titipan dari kelas reguler tahu betul dinamika industri arsitektur yang sebenarnya. Berkaitan dengan kompleksitas pekerjaan tersebut, sulit sekali untuk mendapatkan hasil yang optimal hanya melalui dua hari waktu yang disediakan. Memang sepertinya cukup proporsional menempatkan lima hari dari Senin hingga Jumat untuk pekerjaan sehari-hari dan Sabtu-Minggu untuk perkuliahan, namun yang perlu disadari bersama di sini adalah bahwa Sabtu Minggu adalah waktu untuk penyajian, saatnya bagi kita untuk melakukan presentasi kepada klien kita yang bernama dosen. Jadi sebenarnya bukan waktunya lagi bagi kita untuk tetap bekerja di hari tersebut, karena semuanya sebenarnya sudah harus selesai di H-2.

Mencari cara untuk mengatasi situasi ini sangatlah penting. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, potensi putus kuliah dari mahasiswa kelas karyawan itu sangatlah tinggi. Bisa terjadi penyusutan jumlah peserta yang sangat tinggi sebelum memasuki setengah perkuliahan dari seluruh mata kuliah yang dibebankan. Semakin sedikit jumlah teman seperjuangan yang menemani perjalanan menjadi arsitek, semakin kuat dorongan untuk ikut meninggalkan perkuliahan, kecuali bagi orang-orang yang sudah menjadi anestesia.

Jadi yang perlu ditekankan di sini adalah, cobalah tanamkan dalam pikiran bahwa hari Sabtu-Minggu adalah Hari Penyajian, sesungguhnya tidak ada lagi yang bisa dikerjakan pada hari itu selain presentasi – dalam perkuliahan kita menyebutnya asistensi. Kerjakan semua tugas sedikit demi sedikit setiap hari setiap malam dan cobalah untuk menutupnya di hari Jumat malam apa pun hasil yang didapatkan. Memang berat, tapi satu teman saya yang selalu menyajikan apa adanya terbukti masih bertahan hingga sekarang dibanding beberapa teman yang ingin hasil maksimal tetapi terkena H-2 Syndromm. Tidak ada hasil yang sempurna dalam perkuliahan, karena ini adalah proses pembelajaran, jadi sajikan saja apa yang ada. Dalam situasi yang sesungguhnya proyek yang sama harus dikerjakan oleh tim dan butuh waktu jauh lebih lama untuk menyelesaikannya hingga siap guna, jadi tampilkan saja apa yang bisa ditampilkan yang bisa dikerjakan oleh satu orang yang belum menjadi arsitek sebagai media pembelajaran. Perjalanan masih panjang Bro......!!

Jumat, 30 September 2011

Selain utilitas, firmitas, venustas, arsitek juga harus menjadi peretas!

Sebuah warisan turun temurun dan cerita klasik bahwa untuk menjadi arsitek deritanya berlangsung sepanjang siang dan malam. Sepertinya tampak berlebihan tapi bagi yang menjalankan kuliahnya sambil bekerja, kata-kata itu tidak bisa lagi diperdebatkan.

Halaman ini memang dikelola oleh mahasiswa yang kuliahnya sambil bekerja, karena itu seluruh postingan yang ada ditujukan untuk menemani perjalanan kaum tersebut yang termasuk saya di dalamnya agar dapat melewati masa-masa yang cukup berat ini dengan baik.

Jika anda berharap akan menemukan ilmu arsitektur di blog ini, anda salah tempat. Jika anda berharap menemukan pemikiran-pemikiran brilian arsitek hebat, ini bukan alamatnya. Tapi jika anda memiliki cita-cita menjadi arsitek dan mulai kehilangan banyak momentum indah dalam hidup akibat pilihan yang anda buat sendiri, di sini kita akan saling berbagi dan menguatkan satu sama lain demi menyelesaikan apa yang sudah dimulai dengan baik.

Jadi perhatikan saja apa yang akan tampil selanjutnya di blog ini, semoga saja dapat membuat kita menikmati perjalanan.

Sabtu, 10 September 2011

..melanjutkan perjalanan

Awalnya halaman ini digunakan sebagai tempat untuk berbagi segala macam pengetahuan yang dirasa dapat membantu kegiatan perkuliahan di kampus. Oleh karena itu berbagai catatan yang ada di halaman ini selalu berkisar tentang teknik studio dasar arsitektur yang biasa diperkenalkan di kampus-kampus jurusan arsitektur. Teknik yang diperkenalkan dalam catatan-catatan tersebut juga merupakan materi kuliah yang diberikan oleh dosen kami pada mata kuliah menggambar teknik.

Kini setelah sekitar empat semester menjalani perkuliahan, tampak jelas bahwa melakoni dua aktivitas yang berbeda selama tujuh hari penuh dalam seminggu jelas-jelas telah meluluhlantakkan energi dan semangat kami dalam mengejar cita-cita. Segala hal tampak berlalu begitu cepat, semua upaya untuk menjaga agar kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita bersama itu tetap utuh terlihat kandas di sepanjang perjalanan.

Mungkin itu juga yang menyebabkan halaman ini mengalami kekosongan yang cukup lama selama berbulan-bulan. Sharing material penunjang perkuliahan baik di blog maupun jejaring sosial tak bisa membendung gelombang besar runtuhnya mahasiswa kelas karyawan secara signifikan.

Masih dalam upaya merajut asa mewujudkan cita-cita, halaman ini akan mencoba berjalan dengan tujuan menyalakan api semangat agar siapa pun yang saat ini sedang menjalani kehidupan yang serupa, sama-sama belajar menjadi arsitek, apa pun latar belakangnya, dapat sama-sama saling menguatkan di halaman ini. Selamat berjuang!

Rabu, 27 Oktober 2010

Kunjungi kami di halaman Facebook!

Selamat Datang di blog Arsitek Maya. Kunjungi kami di halaman facebook.